Tim Dosen Universitas Bhakti Kencana Lakukan Penyuluhan Tentang Olahan Jahe
Gema1.com- Sebagai bentuk kepedulian Universitas Bhakti Kencana (UBK) dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, menurut Mela Mustika Sari, SST., M.Tr.Keb Ketua Tim Dosen, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, belum lama ini telah memberikan penyuluhan tentang Pemanfaatan Permen Jahe Berbasis Potensi Lokal sebagai Upaya Edukasi Penanganan Dismenore pada Remaja Putri, di Dusun Talangsari, Desa Ciasem Girang, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang.
Mela Mustika Sari, SST., M.Tr.Keb, di Kampus Universitas Bhakti Kencana (UBK) menuturkan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut didasari karena masih terbatasnya pengetahuan para remaja putri mengenai kesehatan reproduksi, khususnya cara menangani dismenore atau nyeri haid.
Padahal olahan jahe sebagai potensi lokal, memiliki banyak khasiat diantaranya untuk.penanganan Dismenore pada Remaja Putri.
"Perlu menjadi pengetahuan bagi remaja putri soal olahan jahe. Seperti Permen jahe diantaranya bermanfaat untuk Penanganan Dismenore yaitu untuk meredakan rasa nyeri atau kram perut yang terjadi menjelang atau selama masa menstruasi". Tutur Mela, Kamis, (27/8/2026)
Mela Mustika Sari, menerangkan Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan melibatkan tim dosen dan 31 mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Bhakti Kencana. Pada 7/8/2026 lalu, di dusun talangsari desa ciasem girang subang, telah melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang Pemanfaatan Permen Jahe Berbasis Potensi Lokal sebagai Upaya Edukasi Penanganan Dismenore pada Remaja Putri.
Lanjut Mela, kegiatan ini dilatarbelakangi masih terbatasnya pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan reproduksi, khususnya cara menangani dismenore atau nyeri haid. Dan berdasarkan observasi dan wawancara dengan kader kesehatan, sebagian remaja masih mengatasi nyeri haid dengan beristirahat atau menggunakan obat pereda nyeri tanpa pemahaman yang memadai mengenai penanganan lainnya.
Selain itu Tim Dosen juga memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, penyebab dan penanganan dismenore, serta memperkenalkan permen jahe sebagai salah satu bentuk terafi komplementer berbasis potensi lokal.
"Jahe dipilih karena mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki potensi membantu mengurangi nyeri". Terang Mela.
Diakhir Mela Mustika Sari, SST., M.Tr.Keb. berhatap kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian remaja putri dalam menangani nyeri haid secara aman. Serta mendorong para kader dan remaja aktif menjadi peer educator agar edukasi kesehatan reproduksi dapat berlanjut di lingkungan masyarakat. (Sony


Tidak ada komentar