Dari Cimahi ke Jerman, Asep Mulyana Suherman Siapkan Langkah Baru di Dunia Musik
Gema1.com, Asep Mulyana Suherman menuturkan kisah perjalanan hidup dan kariernya saat ditemui di sela acara haul almarhumah Hj. Faridah di kediaman Agus Rahman Efendi, Jalan KH Usman Dhomiri, Cimahi, Kamis 16 April 2026. Dalam kesempatan itu, jebolan KDI 4 tahun 2007 tersebut menceritakan bagaimana hidupnya berbelok dari panggung hiburan, usaha kuliner, dunia perhotelan, hingga kini kembali menemukan ruang baru di dunia musik di Jerman.
ã…¤
Asep mengawali kiprahnya di dunia hiburan saat mengikuti Kontes Dangdut Indonesia atau KDI 4 pada 2007. Saat itu, ia lolos dari sekitar 7.000 peserta audisi dan menjadi satu-satunya peserta laki-laki yang mewakili Jakarta. Di masa tersebut, Asep juga masih menjalani kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta sambil menerima kesempatan bernyanyi di berbagai acara.
ã…¤
Selepas itu, hidup membawanya ke jalan yang berbeda. Asep sempat membangun usaha The Kasturi Cafe and Resto di Cimahi. Usaha tersebut berjalan sejak 2014 hingga 2021, sebelum akhirnya tidak mampu bertahan akibat dampak pandemi Covid-19. Setelah itu, ia beralih ke dunia kerja perhotelan, termasuk sempat bekerja di Hotel Riau, sebelum kemudian mendapatkan peluang untuk berangkat ke Jerman.
ã…¤
Pada 2023, Asep mengikuti proses perekrutan kerja ke Jerman melalui Eurojob. Ia menjalani kursus bahasa di Goethe-Institut Bandung, melengkapi dokumen, hingga mengikuti wawancara di Kedutaan Jerman di Jakarta. Setelah semua proses dilalui, ia diterima bekerja di Hotel Sonnenhof Aspach, yang berada di kawasan Aspach, Backnang, Baden-Württemberg, Jerman.
ã…¤
Di tempat itulah hidupnya kembali menemukan arah baru. Awalnya Asep bekerja di bagian housekeeping dan kemudian dipercaya menjadi supervisor. Namun bakat menyanyinya ternyata menarik perhatian pihak hotel. Dari situlah, ia mulai diperkenalkan kepada keluarga Ferber selaku pemilik hotel dan mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan vokalnya.
ã…¤
“Waktu itu saya dites nyanyi, dan antusiasnya luar biasa. Dari situ saya mulai diberi kesempatan terus bernyanyi di hotel,” ujar Asep.
ã…¤
Asep menyebut salah satu sosok yang paling berjasa dalam membuka jalannya adalah Katrin Boysen Ferber, yang pertama kali memperkenalkannya kepada lingkungan pemilik hotel. Kesempatan itulah yang kemudian menjadi titik penting dalam hidupnya. Dari seorang pekerja hotel, ia perlahan kembali berdiri di depan penonton sebagai penyanyi.
ã…¤
Seiring waktu, Asep tidak hanya tampil dalam live music hotel, tetapi juga mulai dipercaya mengisi berbagai acara komunitas Indonesia di Jerman. Ia bahkan kerap tampil dalam kegiatan di lingkungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt, dengan membawakan lagu-lagu Indonesia, termasuk lagu dangdut dan lagu bernuansa tradisional sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia.
ã…¤
Dalam perjalanan tersebut, Asep juga mendapat dukungan dari saudaranya, Romi Rahadian Gusni, yang ikut mendampinginya selama di Jerman. Menurut Asep, Romi banyak membantu dalam mengatur pakaian, jadwal tampil, hingga merangkap sebagai asisten dalam aktivitas bermusiknya.
ã…¤
Kini, langkah Asep di dunia musik Jerman memasuki fase yang lebih serius. Ia mengaku sudah dijadwalkan menjalani pemotretan cover album dan proses rekaman di Stuttgart pada Mei 2026. Menurut Asep, ada 12 lagu yang telah disiapkan untuk album tersebut.
ã…¤
“Bulan Mei saya kembali ke Jerman. Sudah dijadwalkan photo shoot dan rekaman. Saya dikasih 12 lagu untuk album,” katanya.
ã…¤
Asep juga menyebut nama Andrea Berg, salah satu penyanyi nomor satu di Jerman, sebagai bagian penting dari lingkungan yang membuka jalan baru bagi karier musiknya di sana.
ã…¤
Bagi Asep, perjalanan ini bukan sesuatu yang datang dengan mudah. Ia melewati masa-masa jatuh bangun, dari panggung hiburan, usaha yang tutup, pekerjaan hotel, hingga akhirnya kembali menemukan kepercayaan diri untuk bernyanyi. Semua proses itu, menurutnya, menjadi pelajaran berharga yang membentuk dirinya hingga berada di titik sekarang.
ã…¤
Meski kariernya di Jerman mulai berkembang, Asep mengaku tetap memikirkan masa depan dengan serius. Penghasilannya ia tabung, sebagian diberikan kepada orang tua, dan sebagian lagi dipersiapkan untuk rencana jangka panjang, termasuk kemungkinan kembali membangun usaha di Indonesia.
ã…¤
Kepada generasi muda, Asep berpesan agar tidak takut mengambil peluang jika kesempatan berkarier di luar negeri datang.
ã…¤
“Kalau ada kesempatan, pergilah. Mumpung masih muda, tenaga masih ada, kesempatan ada. Pergi dulu, nanti setelah sukses baru berkembang di Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
ã…¤
Perjalanan Asep Mulyana Suherman menjadi bukti bahwa jalan menuju mimpi kadang datang dari arah yang tidak diduga. Bukan semata dari sorot panggung sejak awal, tetapi juga dari keberanian memulai dari bawah, bertahan di masa sulit, lalu terus melangkah ketika kesempatan itu akhirnya datang. *
Reviewed by Gema1.com
on
4/16/2026 10:01:00 PM
Rating:



Tidak ada komentar