Elton Agus: DPRD Kota Bandung Dorong Pemerintah Optimalkan Pemetaan dan Pemberdayaan Tenaga Kesehatan
Ket.Foto: Anggota Komisi IV DPRD
Kota Bandung, Elton Agus Marjan, S.E
menjadi narasumber pada kegiatan Pemetaan SDM Kesehatan, di Hotel Mutiara,
Rabu, 5 November 2025. (Cipta/Humpro)
BANDUNG, GEMA1.COM - Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Elton Agus Marjan, S.E., menekankan pentingnya langkah strategis
pemerintah dalam melakukan pemetaan dan optimalisasi tenaga kesehatan di Kota
Bandung.
Upaya tersebut
menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan di tingkat pusat kesehatan
masyarakat (Puskesmas) maupun rumah sakit dapat berjalan lebih maksimal.
Hal tersebut
disampaikannya sebagai narasumber pada paparan materi Kebijakan Pemetaan
Jabatan Fungsional Kesehatan, di Hotel Mutiara, Rabu, 5 November 2025.
“Ini urgent bagi
kita untuk mencari penempatan terbaik dan solusi yang tepat, sehingga tingkat
pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit bisa optimal. Ketika tenaga kesehatan
ditempatkan di bidang yang tepat, Insya Allah potensi dan kinerja mereka juga
akan meningkat,” ujar Elton.
Terlebih menurutnya,
dasar hukum terkait hak atas pelayanan kesehatan telah dijamin pada Pasal 2
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksaan
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Serta UU No.23 Tahun 2014
tentang Pemerintah Daerah, sehingga tanggung jawab pemerintah pusat maupun
daerah, wajib untuk merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina dan
mengawasi upaya kesehatan yang bermutu, aman, merata dan terjangkau oleh
masyarakat.
Bahkan,
kebijakan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan pun tertuang pada Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 33 Tahun 2015, tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan
Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat.
Elton
menjelaskan bahwa berdasarkan pada data keberadaan fasilitas kesehatan milik
Pemerintah Kota Bandung, yakni tiga Rumah Sakit, 80 UPTD Puskesmas, satu
Labkesda, dan satu UPT P2KT dinilai masih belum memadai kebutuhan jika
dibandingkan dengan jumlah masyarakat. Disamping itu, tantangan dan permasalahan dalam
transformasi SDM Kesehatan yang dihadapi Kota Bandung yaitu, kurangnya jumlah
SDM Kesehatan secara nasional karena supply yang terbatas, khususnya program
pendidikan dokter spesialis.
Selain itu,
distribusi SDM Kesehatan yang tidak merata di fasilitas puskesmas dan kurangnya
pelatihan berbasis pada kompetensi. Dengan masih terdapatnya ketimpangan jumlah
tenaga kesehatan di beberapa fasilitas kesehatan berdampak pada beban kerja
yang tidak seimbang di lapangan.
"Ada tenaga
kesehatan yang harus menangani hingga 75 sampai 100 orang, padahal idealnya
satu orang melayani sekitar 50 pasien. Kondisi over kapasitas ini tentu bisa
memengaruhi etos kerja dan kualitas pelayanan,” ucapnya.
Elton menambahkan, permasalahan tenaga kesehatan
tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pemberdayaan, tetapi juga keterbatasan
jumlah tenaga yang tersedia. Oleh karena itu, DPRD Kota Bandung mendorong agar
Pemerintah Kota Bandung dapat merencanakan dan mengatur ketersediaan SDM
kesehatan, dengan tetap memperhatikan kemampuan dan keseimbangan pos anggaran
daerah.
Elton juga
mengapresiasi langkah pemerintah melalui kebijakan pengangkatan Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu,
sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan. Namun demikian,
ia menilai langkah tersebut masih perlu diperluas agar mampu menjawab kebutuhan
riil di lapangan.
"Formasi
PPPK yang dibuka pemerintah mudah-mudahan menjadi solusi jangka pendek. Tetapi
saya berharap pemerintah baik di tingkat kota, provinsi, maupun pusat, segera
mencarikan solusi yang lebih komprehensif agar pelayanan kesehatan khususnya di
Kota Bandung bisa lebih merata dan maksimal,” tuturnya.
Elton menyebutkan
bahwa dari 80 puskesmas di Kota Bandung, baru sekitar 26 puskesmas atau 30
persen yang telah memenuhi standar minimal terkait ketersediaan sembilan tenaga
kesehatan. “Kondisi ini tentu berpengaruh pada kualitas pelayanan kepada
masyarakat. Padahal kesehatan masyarakat sangat penting untuk menunjang
kualitas hidup warga Kota Bandung ke depan,” katanya. (ay)
Reviewed by Gema1.com
on
11/06/2025 04:20:00 PM
Rating:



Tidak ada komentar