Penataan PKL Sukajadi Jadi Contoh Kolaborasi Pemkot dan Pemprov Jabar
Gema1.com, Penataan
pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung terus bergerak. Setelah
kawasan Sukajadi dinyatakan bersih dari lapak semi permanen. Hal ini
merupakan buah kolaborasi Pemkot Bandung dengan Pemprov Jawa Barat.
Camat
Sukajadi, Suparjo mengatakan, penertiban PKL di kawasan Sukajadi
sebenarnya sudah direncanakan sejak awal melalui kolaborasi Pemkot
Bandung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Menurutnya,
penataan dimulai dari kawasan sekitar Taman Abo hingga Jalan Eyckman
dengan pembongkaran sekitar 50 kios semi permanen yang berdiri di
trotoar dan menempel pada bangunan pemerintah.
“Alhamdulillah
semua berjalan kondusif. Setelah pembongkaran langsung ditindaklanjuti
dengan penataan dan pembersihan kawasan,” kata Suparjo, di Jalan
Eyckman, Jumat 22 Mei 2026.
Ia menyebut,
setelah tertib, pihak kewilayahan bersama sejumlah instansi terus
melakukan pengawasan rutin agar trotoar tetap bersih dan tidak kembali
dipadati PKL.
Bahkan, petugas gabungan bersama
Damkar Unit Utara melakukan aksi bebersih dan penyikatan trotoar
sepanjang lebih dari 500 meter hingga arah kawasan Paris Van Java (PVJ).
“Kita
terus patroli siang malam pengecatan kerb juga dilakukan. Harapannya
Sukajadi menjadi kawasan yang asri, indah dan nyaman,” ujarnya.
Suparjo
mengungkapkan, penataan ini bukan sekadar pembongkaran tetapi juga
upaya mengembalikan fungsi ruang publik untuk pejalan kaki dan
menciptakan wajah kota yang lebih tertib.
Ia
menjelaskan, selama ini keberadaan PKL semi permanen menutupi bangunan
pemerintah dan menggunakan trotoar sebagai area berdagang.
“Sekarang
masyarakat jadi tahu kalau di sana ada laboratorium kesehatan milik
pemerintah provinsi karena sudah terbuka dan tertata,” jelasnya.
Ke
depan, penataan akan dilanjutkan dengan perbaikan trotoar, drainase,
taman hingga pengaturan parkir melalui kolaborasi bersama dinas terkait
dan kewilayahan.
Selain itu, Pemkot Bandung
juga tetap membuka ruang bagi aktivitas ekonomi warga, khususnya
pedagang malam dengan syarat tidak meninggalkan lapak maupun sampah
setelah berjualan.
“Silakan usaha, tapi harus tertib. Datang, jualan, bongkar lagi lalu bersih,” ujarnya.
Sementara
itu, warga Bandung, Sopiah (42) menyambut positif penataan tersebut.
Menurutnya, trotoar yang bersih membuat pejalan kaki lebih aman dan
nyaman terutama di kawasan sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang
sebelumnya dipenuhi pedagang.
“Kalau ditata jadi bagus, pejalan kaki juga aman. Semoga terus dijaga jangan sampai trotoar dipakai jualan lagi,” katanya.
Sebelumnya,
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan penataan PKL akan terus
diperluas ke berbagai kawasan lain di Kota Bandung.
Ia
menyebut keberhasilan penataan di Sukajadi dan Cicadas menjadi contoh
kolaborasi antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat dalam
mengembalikan fungsi ruang publik.
“Alhamdulillah Sukajadi sudah bebas PKL, aman. Ini hasil kolaborasi termasuk dukungan dari Pak Gubernur,” kata Farhan.
Selanjutnya,
penertiban akan menyasar kawasan Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur,
Hasanuddin, Bagusrangin, Teuku Umar hingga kawasan Gelap Nyawang di
sekitar kampus ITB.
Farhan mengatakan, PKL
tetap diperbolehkan berdagang, tetapi tidak boleh menggunakan ruang
publik secara permanen maupun semi permanen.
“PKL boleh berjualan tapi tidak boleh permanen atau semi permanen di ruang publik. Itu yang sekarang kita koreksi,” ujarnya.
Ia
menambahkan, Pemkot Bandung juga akan mengatur jam operasional PKL di
sejumlah kawasan melalui kesepakatan bersama kewilayahan agar aktivitas
ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi trotoar dan kenyamanan
masyarakat.
“Tempatnya tidak boleh permanen, nanti akan di atur jamnya sesuai dengan kesepakatan di kewilayahan,” tuturnya. (kyy)
Penataan PKL Sukajadi Jadi Contoh Kolaborasi Pemkot dan Pemprov Jabar
Reviewed by Gema1.com
on
5/23/2026 11:42:00 AM
Rating:
Reviewed by Gema1.com
on
5/23/2026 11:42:00 AM
Rating:



Tidak ada komentar