Soal BRT, Wali Kota Bandung Fokus Meminimalisir Dampak Negatif
Gema1.com, Pemerintah
Kota (Pemkot) Bandung menegaskan tidak menunggu kepastian lelang proyek
Bus Rapid Transit (BRT) dari pemerintah pusat. Pemkot Bandung memilih
fokus pada antisipasi risiko yang berpotensi muncul jika BRT beroperasi.
Wali
Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebutkan, terdapat dua dampak utama
yang menjadi perhatian, yakni hilangnya "parkir on street" dan penurunan
aktivitas ekonomi ritel di sepanjang koridor BRT.
“Kalau
parkir di Ahmad Yani, Sudirman, Asia Afrika, dan Otista dilarang, maka
konsekuensinya besar. Orang mau belanja pasti mikir, parkirnya di mana?”
ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 5 Januari 2025.
Menurut
Wali Kota, pengalaman di berbagai kota menunjukkan bahwa perubahan
sistem transportasi massal kerap memicu penolakan, terutama dari pelaku
usaha yang khawatir kehilangan pelanggan.
“Kita tidak menutup mata. Toko-toko bisa terdampak kalau tidak disiapkan solusi parkir yang layak,” katanya.
Oleh karena itu, Pemkot Bandung memposisikan diri sebagai pihak yang aktif mengantisipasi, bukan reaktif.
Salah
satunya dengan mempercepat penyediaan fasilitas parkir alternatif dan
melakukan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat dan pelaku
usaha.
Menurutnya, Pemkot Bandung akan tetap menjalankan tugasnya untuk memastikan mitigasi risiko dilakukan secara maksimal.
“Tugas kami adalah menyiapkan solusi dan terus berdialog,” ucapnya. (ziz).
Soal BRT, Wali Kota Bandung Fokus Meminimalisir Dampak Negatif
Reviewed by Gema1.com
on
1/06/2026 10:10:00 AM
Rating:
Reviewed by Gema1.com
on
1/06/2026 10:10:00 AM
Rating:



Tidak ada komentar