Soal Polemik LPDP, Farhan: Jangan Gigit Tangan yang Suapi Kita
Gema1.com, Menanggapi polemik penerima beasiswa LPDP, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta semua pihak bijak dalam bermedia sosial.
Ia menilai kegaduhan muncul akibat kurangnya kehati-hatian dalam berekspresi.
“Itulah
akibat kalau kita tidak cukup bijak memanfaatkan kebebasan berekspresi
melalui sosial media,” ujarnya di Pendopo Kota Bandung, Rabu 25 Februari
2026.
“Saya melihatnya bukan masalah nasionalisme. Saya
melihatnya itu akibat kalau kita tidak cukup bijak dalam memanfaatkan
kebebasan berekspresi melalui sosial media,” imbuhnya.
Menurutnya,
saat pemerintah dan masyarakat sedang fokus menghadapi berbagai
persoalan strategis, munculnya pernyataan kontroversial justru memicu
kegaduhan yang tidak perlu.
Farhan mengaku memiliki pengalaman
langsung berinteraksi dengan para mahasiswa penerima LPDP ketika dirinya
masih menjadi anggota Komisi I DPR RI. Setiap kali melakukan kunjungan
luar negeri, ia menyempatkan diri bertemu mahasiswa Indonesia yang
sedang menempuh studi.
“Rata-rata mereka bilang tujuan mereka ke
LPDP adalah menambah ilmu dan tujuannya untuk kembali lagi pulang ke
Indonesia,” katanya.
Karena itu, ia berharap semangat tersebut
tetap dijaga. Menurutnya, beasiswa negara merupakan bentuk kepercayaan
sekaligus investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.
Farhan
mengingatkan agar tidak terulang kisah tragis seperti yang tergambar
dalam film Surat dari Praha, yang menceritakan mahasiswa Indonesia di
luar negeri yang tidak bisa kembali ke tanah air akibat situasi politik
pada masanya.
“Itu kan tragedi. Para mahasiswa terbaik Indonesia
dikirim ke Eropa Timur, tapi karena revolusi akhirnya enggak bisa balik
lagi. Itu sedih semua. Dan itu tidak mau kita ulangi,” ujarnya.
Ia
menyebut, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara
seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi
Indonesia.
“Kita jangan menggigit tangan yang menyuapi kita,” ungkapnya.
Menurutnya, nasionalisme bukan sekadar retorika, melainkan diwujudkan melalui kontribusi nyata setelah menyelesaikan pendidikan.
Farhan
juga mengajak seluruh pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan
pendapat di ruang publik. Ia menilai kebebasan berekspresi tetap harus
diiringi tanggung jawab sosial.
“Kegaduhan yang tidak perlu itu bisa mengganggu fokus kita terhadap masalah-masalah yang jauh lebih besar,” katanya.
Ia
berharap polemik ini menjadi pembelajaran bersama, baik bagi penerima
beasiswa maupun masyarakat luas, agar tetap menjaga etika komunikasi dan
komitmen kebangsaan.
Bagi Farhan, LPDP adalah instrumen
strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul. Karena itu, energi
publik seharusnya diarahkan untuk memastikan lulusan terbaik kembali dan
memperkuat pembangunan nasional. (rob)
Soal Polemik LPDP, Farhan: Jangan Gigit Tangan yang Suapi Kita
Reviewed by Gema1.com
on
2/27/2026 05:48:00 AM
Rating:
Reviewed by Gema1.com
on
2/27/2026 05:48:00 AM
Rating:



Tidak ada komentar