Pemkot Bandung Dorong Digitalisasi dan Pengawasan Arsip Terintegrasi
Gema1.com, Pemerintah
Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat tata kelola kearsipan sebagai
fondasi akuntabilitas pemerintahan melalui Workshop Pengawasan Kearsipan
dan Sosialisasi Instrumen Pengawasan Kearsipan Tahun 2026 di Aula
Balairung Disarpus Kota Bandung, Kamis, 2 April 2026.
Sekretaris
Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menilai, arsip merupakan bukti
autentik sekaligus bentuk pertanggungjawaban kinerja pemerintahan.
“Tata
kelola arsip merupakan bukti autentik dan bentuk akuntabilitas dari
tata pemerintahan yang baik. Kelalaian dalam pengelolaan arsip bisa
berdampak pada hilangnya aset, bukti hukum, hingga rekam jejak kinerja,”
ujarnya.
Menurutnya, arsip juga menjadi alat perlindungan bagi
aparatur pemerintah ketika menghadapi audit atau permasalahan di
kemudian hari. Karena itu, pengelolaan arsip tidak boleh dianggap remeh.
“Arsip
ini bisa menjadi ‘senjata’ kita ketika ada pemeriksaan atau persoalan.
Jadi harus dijaga dengan baik dan tidak boleh tercecer,” tuturnya.
Lebih
lanjut, ia menyebut, kearsipan merupakan urusan wajib non-pelayanan
dasar yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah, sebagaimana
diamanatkan dalam regulasi nasional. Bahkan, aspek kearsipan memiliki
kontribusi besar dalam penilaian reformasi birokrasi.
“Penataan
dan pengawasan kearsipan menyumbang bobot besar dalam reformasi
birokrasi. Karena itu, digitalisasi arsip menjadi langkah penting yang
harus kita dorong bersama,” katanya.
Pemkot Bandung saat ini
terus mengakselerasi implementasi sistem pengelolaan arsip dinamis
terintegrasi melalui aplikasi Srikandi.
Iskandar mengapresiasi
kecamatan yang telah sepenuhnya menerapkan sistem tersebut, meskipun
masih terdapat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang perlu
mengejar implementasi serupa.
Ia mengajak seluruh perangkat
daerah untuk meningkatkan komitmen dalam pengelolaan arsip sesuai
peraturan perundang-undangan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dari
workshop dapat langsung diterapkan di masing-masing organisasi.
“Dengan pengelolaan arsip yang baik dan terintegrasi, kita bisa mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima,” ujarnya.
Sementara
itu, Kepala Disarpus Kota Bandung, Dewi Kaniasari melaporkan,
pengawasan kearsipan di Kota Bandung menunjukkan tren peningkatan
signifikan dalam lima tahun terakhir.
“Nilai pengawasan kearsipan
internal Kota Bandung terus meningkat hingga mencapai 83,82 pada 2025
dan menempatkan Kota Bandung di peringkat kedua se-Jawa Barat,”
ungkapnya.
Namun demikian, Dewi mengungkapkan, tantangan ke depan
semakin besar, terutama dengan adanya perubahan instrumen pengawasan
kearsipan pada tahun 2026 yang memberikan bobot lebih besar pada
pengelolaan arsip digital.
“Penggunaan aplikasi Srikandi menjadi
solusi utama dalam mendukung pengelolaan arsip elektronik yang
terintegrasi. Saat ini, seluruh kecamatan sudah menerapkan, namun baru
delapan OPD yang melakukan pemberkasan mandiri secara digital,”
jelasnya.
Sebagai upaya percepatan, Disarpus akan melakukan
pembinaan dan pendampingan langsung ke lapangan. Selain itu, monitoring
terhadap penggunaan tata naskah dinas dalam aplikasi juga akan diperkuat
melalui pengawasan berkelanjutan.
Workshop ini diikuti oleh 121
peserta yang terdiri dari kasubag umum dan kepegawaian serta arsiparis
dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bandung. Kegiatan ini
juga menghadirkan narasumber dari Ketua DPRD Kota Bandung dan Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat. (rob)
Pemkot Bandung Dorong Digitalisasi dan Pengawasan Arsip Terintegrasi
Reviewed by Gema1.com
on
4/02/2026 09:09:00 PM
Rating:
Reviewed by Gema1.com
on
4/02/2026 09:09:00 PM
Rating:



Tidak ada komentar