Tatang Sudrajat, Dosen USB YPKP Terpilih Jadi Ketua Umum IDoKPI
Gema1.com, Bandung kembali mengukir sejarah dalam dinamika
keilmuan pendidikan tinggi. Sabtu 9 Mei lalu, bertempat di Politeknik STIA LAN
Bandung, para dosen kebijakan publik dari 114 perguruan tinggi se Indonesia,
mendeklarasikan berdirinya Ikatan Dosen Kebijakan Publik Indonesia (IDoKPI).
Dalam forum itu, Dr. Tatang Sudrajat, yang pernah jadi Dekan
FISIP Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, secara aklamasi terpilih
sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IDoKPI, sekaligus sebagai formatur pengurus
tahun 2026-2030.
Menurut Tatang, latar belakang terbentuknya organisasi
intelektual level nasional ini berkaitan dengan tuntutan terhadap peran aktif
dosen kebijakan publik dalam merespon berbagai permasalahan publik.
Hal ini termasuk dalam kaitan dengan beragam kebijakan
pembangunan nasional pada berbagai bidang saat ini. Kegiatan yang berlangsung
dari pagi hingga sore ini, dihadiri oleh 195 dari 252 dosen anggota IDoKPI secara luring dan daring ini, bersamaan
dengan seminar nasional dan kongres.
Di antara peserta terdapat 21 profesor, beberapa rektor,
wakil rektor, dekan, direktur dan kaprodi dari PTN lintas kementerian/lembaga
dan PTS dari Papua sampai Aceh.
Organisasi yang digagas awal tahun 2026 melalui pendirian
Komite Pembentukan IDoKPI yang beranggotakan 20 dosen ini, menurut Tatang
berjati diri profesional, keilmuan, dan
akademik. Wadah aktivitas ilmiah ini terbuka untuk semua dosen di berbagai area
substantif keilmuan kebijakan publik yang beragam.
Misalnya kebijakan di bidang pendidikan, lingkungan hidup,
kepariwisataan, kependudukan, investasi, kemaritiman, dan kesehatan. Dengan
lahirnya IDoKPI, maka dosen kebijakan
publik dituntut untuk lebih aktif dan kritis terhadap berbagai isu nasional dan
daerah yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Sesi seminar nasional, menurut Ketua Panitia Pelaksana, Dr.
Nita Nurliawati, yang juga Wakil Direktur 2 Politeknik STIA LAN, juga
dilaksanakan secara hibrid. Forum ilmiah ini menghadirkan 2 keynote speaker
yaitu Prof. Dr. Budiman Rusli (UNPAD) dan Prof. Dr. Nuryanti Mustari
(Universitas Muhammadiyah Makassar).
Selain itu, tampil sebagai narasumber, 6 orang pakar
kebijakan publik, yaitu Dr. Syahruddin (Universitas Musamus Merauke), Dr.
Syamsuddin Maldun (Universitas Bosowa Makassar), Dr. Ida Rochmawati (Universitas
Tanjungpura Pontianak), Dr. Indra Kertati (Untag Semarang), Dr. Hendrikus T.
Gedeona (Politeknik STIA LAN Bandung), dan Dr. Nur Hafni (Universitas
Malikussaleh Aceh). Dengan berbagai perspektifnya, para pembicara memaparkan
aspek historis, konseptual, empirikal dan dinamika kebijakan publik sebagai
mata kuliah utama pada prodi administrasi publik, ilmu pemerintahan dan ilmu
politik.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr.
Muhammad Nur Afandi menyambut gembira terbentuknya IDoKPI sebagai wujud nyata
kontribusi ilmuwan kebijakan publik bagi kemajuan bangsa dan negara.
Di sela-sela seminar, Dr. Leo Agustino, Dekan FISIP Untirta
Serang menyebut bahwa kegiatan ini bukan hanya memberi wawasan penting bagi
dosen kebijakan publik atas pelbagai fenomena pembangunan nasional tetapi juga
membangun pemahaman yang sama mengenai pentingnya kolaborasi antardosen
kebijakan publik se Indonesia.
Harapan dosen FISIP Universitas Pattimura Ambon Maluku, Jhon
TMS Timisela, M.Si., agar organisasi yang baru terbentuk ini terus berkembang
secara aktif, solid dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional
melalui rekomendasi kebijakan yang berkualitas.
Dr. Yusie Fitria, dosen FISIP Untag Samarinda menegaskan
bahwa wadah keilmuan ini sangat penting untuk berbagi gagasan, pengalaman dan
inovasi yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat dan dunia akademik.
Dr. Dyah Bayu Framesti dari Politeknik Pajajaran ICB Bandung
menyebut bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi
juga wadah strategis untuk merumuskan kontribusi nyata para akademisi dalam
menjawab dinamika pemerintahan dan pembangunan nasional.
Peserta dari Denpasar Bali yang juga Dekan FISIP Universitas
Mahendradatta, Ni Putu Ari Setiawati, M.Si. berharap agar IDoKPI menjadi garda
terdepan dalam peningkatan kapasitas intelektual dan sinergi kebijakan untuk
kemajuan bangsa.
Dalam pandangan Syarkawi, MAP., dosen FISIP Universitas
Terbuka, dunia akademik tidak boleh jadi penonton dalam dinamika kebijakan
publik nasional. Harus tampil sebagai kekuatan intelektual yang kritis,
independen dan berani mengawal arah kebijakan negara agar lebih berpihak pada
kepentingan rakyat.
Dr. Titin Rohayatin, Kaprodi Ilmu Pemerintahan Unjani Cimahi
berpesan agar asosiasi ini dapat tampil secara netral dan independen, tidak
bermuatan politis dan pesanan dari individu, kelompok ataupun golongan. Dr.
Ismanudin, Dekan FISIP Universitas Wiralodra Indramayu, berharap agar wadah
para intelektual kebijakan publik ini dapat berperan sinergis, kolaboratif dan adaptif untuk
mengatasi permasalahan pemerintahan dan tantangan pembangunan nasional yang
berkelanjutan dan makin kompleks.
Dosen FISIP Universitas Sumatera Utara, Dr. Tunggul
Sihombing berharap bahwa secara institusional IDoKPI tertantang untuk memberi
policy brief kepada pemerintah berdasarkan analisis kebijakan yang
dilakukannya.
Sesi kongres yang berlangsung seru dan dinamis, membahas dan
menetapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan garis besar program kerja
IDoKPI empat tahun ke depan.
Sesi ini menampilkan enam orang narasumber, yaitu Dr.
Ayuning Budiati dari FISIP Untirta Serang, Dr. Hengky Pattimukay dari FISIP
Universitas Pattimura Ambon, Dr. Henny Aprianty, Dekan FISIP Universitas Prof.
Dr. Hazairin Bengkulu, Dr. Muhammad Firzah, Kaprodi Administrasi Publik
Institut STIAMI Jakarta, Denny Hernawan, MA dari FISIP Universitas Djuanda
Bogor dan Dr. Yayat Rukayat, Direktur Pascasarjana Universitas Nurtanio
Bandung.
Di akhir acara, beberapa dekan menandatangani naskah
kerjasama di bidang Tridharma Perguruan Tinggi.(*)
Reviewed by Gema1.com
on
5/12/2026 01:19:00 PM
Rating:



Tidak ada komentar