Hari Kartini, Ngatiyana : Perempuan Adalah Fondasi Dalam Membangun Karakter Anak
Gema1.com, Pemerintah Kota Cimahi
menggelar upacara peringatan Hari Kartini di Lapangan Apel Kantor Pemkot
Cimahi, Selasa (21/4/2026). Upacara dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas
perjuangan R.A. Kartini sekaligus momentum untuk meneguhkan kembali peran
perempuan dalam pembangunan serta mendorong kesetaraan dan pemberdayaan
perempuan di berbagai bidang.
Selain upacara peringatan
Hari Kartini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian
Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi bersama Gabungan
Organisasi Wanita (GOW) juga menggelar seminar sebagai bagian dari rangkaian
kegiatan.
Kegiatan yang berlangsung
di Aula Gedung A ini menjadi momentum untuk menegaskan peran strategis
perempuan sebagai penggerak pembangunan, baik di tingkat keluarga maupun
masyarakat. Seminar tersebut dihadiri sedikitnya 42 organisasi wanita di Kota
Cimahi dan menghadirkan narasumber Lita Nurhidayah, ST., CPS., CMT.
Wali Kota Cimahi,
Ngatiyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus
dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia mengingatkan bahwa perjuangan
R.A. Kartini telah membuka jalan kesetaraan, yang kini harus diterjemahkan
dalam kontribusi nyata perempuan di berbagai sektor kehidupan.
“Momentum ini menjadi
pengingat bahwa perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama. Peran
perempuan hari ini sangat menentukan dalam pembangunan, baik di lingkungan
keluarga maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan
memiliki posisi strategis sebagai “madrasah utama” dalam keluarga, yang
berperan membentuk karakter generasi masa depan. Dari peran tersebut, lahir
sumber daya manusia yang berdaya saing dan berintegritas.
“Perempuan adalah fondasi
dalam membangun karakter anak. Dari keluarga, lahir generasi yang akan
menentukan masa depan bangsa,” kata Ngatiyana.
Sementara itu, Wakil Wali
Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan
sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan. Ia mengibaratkan bahwa
setiap upaya penguatan peran perempuan akan memberikan dampak berlipat bagi
masyarakat.
“Setiap satu upaya yang
kita lakukan untuk pemberdayaan dan perlindungan, dampaknya bisa berlipat
ganda. Ini menjadi investasi penting, karena perempuan memiliki peran besar
dalam menjaga ketahanan keluarga dan sosial,” ujarnya.
Ia
juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan, termasuk
risiko sosial dan bencana, yang membutuhkan keterlibatan aktif perempuan
sebagai bagian dari solusi di tingkat komunitas.
Kepala DP3AP2KB Kota
Cimahi, Fitriani Manan, menambahkan bahwa perempuan tidak hanya berperan
sebagai penggerak keluarga, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam
membangun karakter anak.
“Perempuan adalah
madrasah utama dalam keluarga. Dari sanalah pendidikan karakter anak dibangun,”
ujarnya.
Melalui berbagai program
pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga advokasi, pemerintah terus
mendorong peningkatan kualitas perempuan di Kota Cimahi. Termasuk rencana
pelaksanaan isbat nikah massal bagi pasangan yang belum memiliki legalitas
hukum, sebagai bagian dari perlindungan perempuan dan anak.
Dengan jumlah perempuan
usia produktif yang cukup besar di Kota Cimahi, pemerintah menilai potensi
tersebut harus dioptimalkan menjadi kekuatan pembangunan yang nyata. Seminar
ini pun menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan peran perempuan dalam
menghadapi tantangan ke depan. (Bidang
IKPS/NiNo).
Reviewed by Gema1.com
on
4/22/2026 09:44:00 AM
Rating:



Tidak ada komentar